Hai Sobat Info Beasiswa.ID! Buat kamu yang berada di masa dewasa awal, khususnya setelah lulus kuliah, kamu mungkin sering merasa galau saat memikirkan masa depan. Kamu belum menemukan tempatmu di dunia ini, gak tahu dengan pasti apa yang akan kamu lakukan.

Hingga semakin galau saat sepertinya teman-temanmu sudah mantap dengan pilihan hidup mereka. Apalagi kalau kamu melihat proses mereka sepertinya jauh lebih mudah daripada yang sedang kamu jalani.

Meski rasanya gak enak dan kalau gak lekas diatasi bisa bikin kamu gak bersemangat menjalani hari, galau bukan gak ada manfaatnya lho. Ini 5 sisi baik jika kamu merasa galau soal masa depanmu.

1. Berarti kamu menyadari adanya jurang antara kondisimu hari ini dengan harapanmu 

Kamu tentu gak tiba-tiba saja merasa galau, ‘kan? Semua pasti ada sebabnya. Yang paling sering karena kondisimu sekarang masih jauh dari yang kamu inginkan. Hal ini menimbulkan rasa tidak puas yang kuat dalam dirimu.

Kamu mungkin ingin segera hidup mapan. Namun sekarang kamu bahkan belum mendapatkan pekerjaan. Atau sudah bekerja tetapi penghasilannya jauh dari yang kamu harapkan. Mau bikin usaha sendiri, kamu masih gak yakin dengan kemampuanmu.

Kamu jadi selalu bertanya-tanya, bagaimana kamu akan bisa hidup mapan? Bahkan lebih gak yakin lagi, akankah kamu akhirnya bisa hidup mapan atau selamanya begini-begini saja?

Baca Juga : Segera Tinggalkan, 5 Perilaku Ini Bisa Menghambat Kesuksesan Kariermu

2. Bisa jadi pendorong yang kuat untukmu terus bergerak sampai tiba di titik yang ideal dalam hidupmu 

Kesadaran akan kondisi yang belum sesuai dengan keinginan seperti dalam poin pertama adalah awal yang baik untuk mengarahkan dan menguatkan perjuanganmu. Tidak adanya cara jitu atau petunjuk praktis agar bisa lekas sampai di titik yang kamu inginkan dalam hidupmu memang akan membuatmu terus meraba-raba jalan.

Kamu mencoba dan sering gagal. Namun dengan dorongan rasa galau itu, kamu justru tidak tahan bila hanya diam menikmati kegalauan. Kamu mungkin terlihat seperti orang yang duduk gelisah. Gak akan berhenti sampai kamu menemukan posisi yang nyaman atau malah mengganti kursinya sekalian.

3. Gak terjebak zona nyaman yang melenakan

Kalau zona nyaman berarti tempat yang tepat untukmu, itu justru baik bagimu. Tetapi kalau zona nyaman berarti keadaan yang membuatmu kelewat santai dan merasa gak perlu lagi menambah ilmu serta usaha untuk menjadi lebih baik, itu petaka.

Bila kamu berpikir di dunia ini hanya kamu yang bergerak, kamu keliru. Kamu maupun dunia sama-sama bergerak. Maka ketika zona nyaman membuatmu terhenti, hanya soal waktu kamu akan menyadari semua orang bahkan zaman dengan segala kemajuannya telah jauh meninggalkanmu.

Baca Juga : 5 Hal yang Harus Kamu Persiapkan Sebelum Memilih Jurusan Sastra

4. Jadi lebih sibuk memikirkan hidupmu ketimbang meributkan hidup orang lain 

Galau adalah alarm agar kamu lebih memperhatikan hidupmu sendiri. Rasanya yang gak nyaman membuatmu mau tak mau mencari tahu dengan lebih pasti sebab-sebabnya lalu bergerak mencari cara agar bisa terbebas dari sana.

Meski tentu saja, bisa juga kamu memilih menutup mata dan telinga atas hidupmu sendiri. Ini akan terjadi bila kamu tipe orang yang senang lari dari kenyataan dan masalah. Lalu kamu justru akan sibuk menyoroti kehidupan orang lain dengan harapan kamu akan merasa lebih baik setelah orang lain merasa kondisi mereka lebih buruk daripada kamu.

5. Dari kegalauan bisa lahir ide-ide bagus untuk dikembangkan menjadi berbagai karya 

Jangan mengira karya-karya akan mudah lahir dari kondisi yang terlalu tenang. Justru dengan adanya berbagai pergulatan dalam hidup dan kegelisahan yang kuat, akan muncul ide-ide bagus yang bisa diwujudkan menjadi berbagai bentuk karya. Karya yang bisa membuatmu mendapatkan pengakuan sekaligus penghidupan.

Maka gak perlu lagi bersikap anti pada kegalauan yang sedang kamu rasakan ya? Sama seperti semua hal di dunia ini, kegalauanmu gak akan abadi, kok.

Sumber : Idntimes.com

Komentar