Hai Sobat Info Beasiswa! Bagi sebagian orang, menulis artikel ilmiah dipandang sebagai sesuatu hal yang sulit. Hal ini dikarenakan artikel ilmiah memerlukan sumber yang kredibel, topik yang menarik, dan bahasa yang mengalir.

Akan tetapi, kamu jangan khawatir, ini ada solusinya lho. Berikut, 6 tahapan menulis artikel ilmiah yang sistematis dan cocok untuk kampu coba!

1. Tentukan topik besar terlebih dahulu, bukan judul artikel

Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika hendak menulis artikel ilmiah ialah menentukan topik besarnya dulu. Perlu kamu ingat, hal pertama ialah menentukan topik besar, bukan menentukan judul.

Kebanyakan dari kita saat hendak menulis artikel ialah menentukan judul, bukannya topik bahasan. Hal ini tentunya akan membuatmu kesulitan saat hendak mengambil perspektif lain dari topik yang sedang kamu bahas.

2. Catat pokok bahasan setiap paragrafnya saat ide terlintas di benakmu

Ketika ada ide yang terpikirkan dari paragraf artikel yang sedang kamu susun, kamu tulis ide itu secepatnya di notepad atau buku catatan lainnya. Hal ini bertujuan agar kita tidak lupa tentang ide yang akan kita urai di paragraf artikel ilmiah.

Jangan sampai kamu mengabaikan ide tersebut karena malas untuk mencatatnya atau menganggap remeh ide itu dengan alasan, “Aku masih ingat, kok!”. Tentu inilah kebiasaan buruk yang seharusnya kita hindari agar artikel ilmiah kita cepat rampung.

Baca Juga : Gali 5 Hal Ini dalam Dirimu Agar jadi Orang yang Berjiwa Kompetitif

3. Cari sumber yang sesuai dengan bahasan setiap paragrafnya, baik dari jurnal atau buku

Setelah mendapatkan pokok bahasan utama dan kerangka tiap paragrafnya, kamu tinggal mencari referensi yang kredibel. Ingat, referensi yang bisa dipercaya, bukan sumber dari blog yang tak bersumber.

Rekomendasi sumber yang bisa kamu dapatkan dengan mudah ialah jurnal ilmiah dan artikel ilmiah lainnya. Mengingat, buku kini terlalu statis dalam membahas suatu topik.

4. Biarkanlah otakmu beristirahat ketika kamu mengalami¬†writer’s block

Terkadang kita akan mengalami writer’s block karena kita kehabisan ide atau kebingungan dalam merangkai kalimat. Bila hal ini terjadi, sebaiknya kamu istirahatkan otakmu dan kembalilah ketika kamu merasa sudah nyaman.

Jangan memaksakan otakmu ketika kamu sudah merasa lelah. Nanti yang ada, kamu akan menjadi stres dan artikelmu tak kunjung selesai.

Baca Juga : Ini 5 Mindset yang Menghambat Kamu untuk Berkembang, Hindari ya!

5. Lakukan parafrase setiap mengutip dari sumber agar terhindar dari plagiasi

Poin ini merupakan poin yang paling krusial karena kebanyakan dari kita, ketika mengutip dari jurnal atau buku ialah dengan memindahkan kata-katanya secara utuh. Tentu hal ini akan membuat artikel ilmiah yang kamu susun terkena persentasi plagiasi yang cukup tinggi.

Cobalah untuk melakukan parafrase ketika mengutip dari buku, jurnal, atau sumber lainnya. Gunakan bahasa sendiri ketika melakukan parafrase agar lebih mudah dipahami, tetapi harus tetap menarik ya!

6. Jangan jadi editor ketika kamu sedang menulis karya tulis ilmiahmu

Hayo, siapa di sini yang suka merombak ulang kalimat dan paragraf sebelum artikelnya rampung? Kegiatan merombak dan mengedit ulang artikel di saat artikel belum rampung akan membuang waktumu yang cukup banyak.

Cobalah untuk menjadi penulis ketika kamu sedang menulis artikel dan jadilah seorang editor ketika kamu selesai menyusun artikelmu. Hal ini lebih efektif bila dibandingkan dengan kegiatan menulis dan mengedit dalam satu waktu.

Sebenarnya banyak cara yang bisa mempermudah kita dalam menyusun artikel ilmiah. Akan tetapi, yang paling penting ialah keseriusan dan niatmu dalam menyusun artikel itu sendiri, tetap semangat ya!

Sumber : Idntimes.com

Komentar