www.2.bp.blogspot.com
www.2.bp.blogspot.com

Qul hal yastawilladziina ya’lamuuna walladziina laa ya’lamuun | katakanlah apakah sama setara orang orang yang ngerti dan orang orang yang gak ngerti? Yarfa’illaahu alladziina aamanuu minkum walladziina uutul’ilma darajaat | Allah kan sedang dan terus meninggikan orang yang beriman di antara kamu dan orang orang yang dihadirkan atasnya suatu ilmu, (ditinggikan) berderajat. Itu tadi kata-kata Alquran betapa Allah begitu menghargai orang beriman dan berilmu dengan meninggikan derajat. Kita ketahui bersama bahwa ilmu yang wajib kita ketahui adalah ilmu al haal dalam hal ilmu apa saja yang tiadanya ilmu tersebut maka kita tidak akan bisa memahami dan menjalankan kewajiban kita sebagai manusia. Sebagian ulama menambahkan sangat pentingnya ilmu faraidh (ilmu warisan) karena betapa maslahatnya ilmu ini sehingga Alquran pun perlu merincinya. Alquran dan Hadits tidak pernah mengajarkan kita untuk hanya ahli ilmu di bidang tertentu saja, atau yang bisa kita sebut spesialis.

Alquran mengajarkan kita ahli ilmu apa saja dari ilmu sebelum kita ada sampai dengan sesudah kita tiada di dunia. Kita melihat ulama masa lalu mengajarkan kita untuk ahli di banyak hal.Kemampuan dan apasitas otak dan hati manusia itu sangat luar biasa cerdas. Ini harus kita sadari dan kita praktikkan agar generasi muslim menjadi generasi kuat di banyak sisi, yakni kuat sisi jiwa, agama, akal, harta dan keturunan (maqashid). Seheboh dan sebesar apapun dosa dosa kita, tiada salahnya kita bertaubat dan mengupayakan sedemikian rupa sehingga kita kuat agama, kuat iman, kuat nafs (jiwa), kuat hati, kuat harta, kuat keturunan, kuat akal, kuat ILMUnan maha LUAS. Aamiin.

[Ahmad Ifham Sholihin-Diary ILBS/iCampus Indonesia]

Komentar

One Reply to “Mana yang lebih baik, Spesialis atau Generalis?”

Comments are closed.