Yokohama – Bila liburan ke Jepang, coba perhatikan uang kertas Yen. Ada gambar orang di sana, tapi bukan politisi, pahlawan atau raja seperti umumnya.
Terdapat beberapa gambar tokoh di uang tersebut seperti pada pecahan 1.000 Yen (Noguchi Hideyo), 5.000 Yen (Higuchi Ichiyo) dan 10.000 Yen (Fukuzawa Yukuchi). Mereka bukan politisi, pahlawan apalagi kaisar. Justru mereka adalah ilmuwan biologi, penulis dan ilmuwan sosial. Menurut Oka, pemandu lokal yang menemani detikTravel bersama puluhan jurnalis lain saat meliput pameran CP+ di Yokohama, pemerintah Jepang tidak memilih politisi sebagai gambar utama dalam mata uang Yen. “Sebab politisi terpecah-pecah dalam politik kiri-politik kanan. Kita tidak butuh itu,” kata Oka dalam bahasa Inggris, Selasa (23/2/2016). Dalam tiga pecahan mata uang yang diluncurkan tahun 2004 lampau tersebut, profil pahlawan nasional hingga kaisar juga tidak dipilih. Menurut Oka, pemerintah lebih memilih ke figur yang lebih familiar ke masyarakat secara umum. “Pahlawan dan kaisar itu penting. Kami melihat tokoh ini juga  penting,” tandas Oka memberi alasan. Sebelumnya, pada mata uang Yen yang diluncurkan tahun 1984 juga menghindari tokoh politik dan pahlawan. Saat itu tokoh yang diambil yakni novelis  Natsume Soseki (1.000 Yen), ahli ekonomi pertanian Nitobe Inazo (5.000 Yen) dan ilmuwan sosial Fukuzawa Yukuchi (10.000 Yen). Kalaupun ada tokoh politik dan pemimpin negara yang dijadikan cover mata uang, itu sudah menjadi sejarah dan tidak beredar lagi. Yakni mata uang Yen yang diluncurkan pada periode 1957-1969 dengan tokoh Pangeran Shotoku (pecahan 5.000 dan 10.000 Yen). Nah, dengan pilihan tersebut, Yen berbeda dengan Dollar AS, Yuan Tiongkok, Rupiah Indonesia dan berbagai negara lain yang banyak menggunakan tokoh, pahlawan atau pendiri bangsa sebagai gambar dalam mata uang.  Yen Jepang justru menggunakan ilmuwan dan cerdik pandai yang tidak kalah penting dalam kontribusinya  membangun negara sebagao cover mata uang. Unik, bukan?

Komentar