Keindahan musim gugur bisa traveler nikmati di Kawasan Kawaguchiko, Jepang. Jika beruntung traveler bisa menikmati keindahnya Gunung Fuji berlatar dedaunan berwarna merah. Siapa saja yang berencana pergi ke Kawaguchiko bisa mengikuti rute ini. Meskipun kalian belum memesan hotel di Kawaguchiko, jangan khawatir. Jika memang tertarik melakukan tur satu hari ke Kawaguchiko dengan harga yang bersahabat (naik-turun dari Tokyo), semua itu bisa dilakukan sesuai penjelasan berikut ini. Saya pernah melakukan perjalanan ke sana dan akan menceritakannya untuk kalian. Tahun ini ada tempat berkumpul yang baru, yaitu Sunshine City Hotel, Ikebukuro. Fasilitas spesial dari mereka adalah membawa kalian ke restoran Shino Shinobi-no-Sato dengan acara yang menarik, yaitu parade ninja. Pasti menyenangkan! Aktivitas utama dari tur ini adalah mengajak kalian menikmati pemandangan pergantian warna daun di berbagai tempat. Mari kita check in terlebih dahulu. Seluruhnya ada 2 lokasi, jadi kita memiliki kesempatan untuk ke kamar kecil dulu. Lokasi yang pertama : Ikebukuro Sunshine City Bunka Kaikan 1F Bus Terminal. Lokasi yang kedua : Keio Plaza Hotel. Cara mudah menuju Hotel Keio ada dua. Kalian bisa keluar melalui pintu barat lalu jalan sekitar 5 menit menuju Lawson, atau jalan dari Toshomae jika menggunakan kereta bawah tanah Toei Oedo Line. Gunakan pintu keluar A1-B1 dekat menara kembar (Tokyo Metropolitan Administration). Jalan kaki di bagian sebelah kanan dari stasiunnya, naik eskalator, kemudian check in di gedung Selatan. Nah, sekarang mari kita berangkat. Tempat perhentian pertama adalah Healing Village (Saiko Iyashino-Sato Nenba). Sebuah tempat yang indah. Saat melakukan perjalanan, langitnya gelap, tapi kemudian menjadi cerah, jadi kami berharap bisa melihat gunung Fuji dari sini. Acara pertama adalah tur keliling desa tempat kalian bisa melihat Gunung Fuji. Atap-atap rumah di sini terbuat dari daun palem nipah. Saya merasa sedikit kecewa tidak dapat melihat Gunung Fuji pada hari itu karena cuacanya berawan. Jadi, tidak ada foto untuk kubagikan kepada kalian. Kalian tidak bisa berbuat apa-apa soal ini, selain berharap agar mendapatkan cuaca yang bagus. Semuanya terserah pada alam dan semoga kalian beruntung! Jika tidak dapat melihat gunungnya, mungkin kalian bisa kembali di lain hari. Rumah-rumah di sini dibangun secara tradisional dengan gaya alami. Mereka juga memperbolehkan kita masuk ke dalam. Saya benar-benar menyukainya. Semua ini mengingatkan pada Desa Gassho Shirakawago. Namun tempat ini tidak begitu terkenal karena banyak orang belum mengetahuinya. Jadi, kalau kalian ada waktu, cobalah datang mengunjunginya. Beberapa rumah terlihat sangat kuno seperti museum pameran anggur. Seluruhnya ada 20 rumah. Kami berjalan naik ke bagian puncak desanya untuk memastikan bisa atau tidaknya melihat Gunung Fuji. Kemudian dilanjutkan pergi makan siang. Tahun lalu kami makan siang di pinggir danau. Namun, tahun ini, lebih banyak acara di Shino Shinobi-no-Sato, jadi kami mungkin akan bersenang-senang dengan cara yang lain. Berikutnya, kami naik cable-car di Mt. Kachi Kachi Ropeway. Rasanya menyenangkan. Ketika kami mencapai tujuan, kami melihat tiang Tochi yang berwarna merah cerah sangat kontras dengan warna langit. Di sini terdapat dedaunan yang berwarna kontras: kuning, oranye, dan merah. Pemandangannya benar-benar indah walaupun beberapa daun masih berwarna hijau. Pada malam hari disediakan lampu penerangan. Yang benar saja? Kita tidak bisa melihat Gunung Fuji hari ini? Sungguh menyedihkan. Tapi, setidaknya masih ada foto ini. Ayo Fuji, jangan malu-malu, temuilah kami! Semoga saja tahun depan saya bisa melihatnya saat kembali ke sana.

Komentar