Penyelenggaraan sistem pendidikan dasar di Inggris lebih menekankan pada praktek daripada teori. Sekolah dasar di negara tersebut diperuntukkan untuk anak usia 5 sampai 10 tahun dan berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih 6 tahun. Dalam sistem pendidikan di Inggris tidak ada sistem ujian untuk naik ke kelas selanjutnya. Ujian kemampuan dasar dilakukan hanya satu kali ketika siswa berumur 7 tahun. Tahun pertama dan kedua disebut infantsdan tahun ketiga sampai keenam disebut Junior. Kurikulum mata pelajaran yang diajarkan pada sekolah dasar di sana antara lain bahasa Spanyol, matematika, IPA, IPS, pelatihan berupa pelatihan musik, seni, estetika, dan kerajinan tangan serta pelajaran olahraga atau pendidikan jasmani. Penyelenggaraan sistem pendidikan dasar di Indonesia lebih menekankan pada teori daripada praktek. Sekolah dasar di Indonesia diperuntukkan untuk anak usia 6 sampai 11 tahun dan berlangsung dalam kurun waktu 6 tahun. Jenjang sekolah dasar di Indonesia yaitu jenjang kelas I-VI. Dalam sistem pendidikan di Indonesia mengenal yang namanya ujian kenaikan kelas, yaitu yang dilaksanakan pada akhir semester kedua. Evaluasi yang dilakukan yaitu dengan cara Ujian Nasional. Jika siswa tidak lulus ujian nasional tahap 1, siswa harus mengikuti UN tahap 2. Jika siswa tidak lulus pada tahap 2, mereka harus mengikuti program kejar paket. Kurikulum mata pelajaran yang diajarkan antara lain Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Muatan Lokal. Perbandingan pendidikan di Inggris dan Indonesia bisa kita lihat secara umum pada tabel di bawah ini
No. Aspek Perbandingan Indonesia Inggris
1. Masa Belajar 6 tahun 7 tahun
2. Tahun Akademik Juli sampai dengan Juni September sampai Juli
3. Pembiayaan pendidikan Sekolah Negeri dibiayai oleh pemerintah Sekolah Swasta hanya mendapat subsidi Sekolah Negeri dibiayai oleh pemerintah Sekolah Swasta hanya mendapat subsidi
4. Waktu Belajar a.    Pada Umumnya hari senin-Sabtu b.    Pada umumnya jam belajar per hari sebanyak 6 jam c.    Waktu belajar 34 minggu/ tahun, jumlah jam belajar 27-38/ minggu a.    Pada Umumnyahari Senin-Jumat, hari sabtudigunakan untuk kegiatan ekstra kurikuler b.    Pada umumnya jam belajar per hari sebanyak 4,5 jam c.    Hari efektif selama 200 hari (20minggu/tahun), jumlah jam belajar 23,5 jam/minggu
5. Kurikulum  Mata Pelajaran a.    Pendidikan Agama b.    PendidikanKewarganegaraan c.    Bahasa Indonesia d.   Matematika e.    IPA f.     IPS g.    Seni Budaya danKeterampilan h.    Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan i.      Muatan Lokal a.    Bahasa Spanyol b.    Matematika c.    Ilmu PengetahuanSosial d.   Ilmu PengetahuanAlam e.    Pelatihan (musik, seni estetika, dan kerajinan tangan) f.     Pendidikan Jasmani
6. Evaluasi Ujian Nasional A-levels
7. Konsekuensi UN Jika siswa tidak lulus ujian nasional tahap 1, siswa harus mengikuti UN tahap 2. Jika siswa tidak lulus pada tahap 2, mereka harus mengikuti program kejar paket. Jika siswa tidak lulus pada Ujian Nasional tahap 1 maka siswa harus mengikuti ujian tahap 2. Jika siswa tidak lulus pada tahap 2, mereka harus mengulang  pelajaran dari awal.
8. Rasio Guru dan Murid 17:1 20:1
Keunggulan sistem pendidikan di Inggris yaitu menganut pola press shcematic. Itu artinya bahwa kurikulum mata pelajaran yang diajarkan tidak terlalu banyak yang dipelajari dan siswa akan lebih terfokus dan terspesialisasi, sehingga akan lebih dapat memahami dan memaknai apa yang diajarkan. Selain itu siswa-siswa dalam belajar tidak seperti banyak mendapatkan tekanan selama bersekolah. Waktu studi di sana lebih singkat daripada di Indonesia. Sekolah bagi mereka adalah tempat untuk bermain, berkreasi, dan berdiskusi. Di Inggris biaya sekolah sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Guru-guru yang ada di sana juga sangat berkompeten dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Kualifikasi pendidikan di Inggris dikenal dan diakui secara internasional. Standar kualitas institusi Inggris adalah salah satu yang terbaik di dunia. Metode pengajaran yang digunakan bertujuan untuk mempersiapkan murid dengan keterampilan yang diperlukan di pasar global. Sekolah menyediakan berbagai macam jurusan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan murid. Keunggulan sistem pendidikan di Indonesia yaitu dalam kurikulum mata pelajaran mengajarkan mata pelajaran agama dan pendidikan kewarganegaraan. Melalui pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan tersebut diharapkan akan melahirkan warganegara yang memiliki moral yang baik. Selain mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan juga diajarkan mata pelajaran muatan lokal. Dengan mata pelajaran muatan lokal, maka akan dapat membantu melestarikan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Berdasarkan temuan keunggulan sistem pendidikan Indonesia, sistem pendidikan di Indonesia agar lebih baik lagi harus sedikit meniru sistem pendidikan di negara Inggris yang tidak terlalu banyak memberikan kurikulum mata pelajaran. Pendidikan lebih menekankan pada praktek daripada teori. Selama ini, siswa di Indonesia lebih ditekankan pada aspek kognitifnya saja dan siswa dituntut untuk belajar banyak teori. Akan lebih baik apabila kognitif, afektif dan psikomotornya diberikan secara seimbang. Kesempatan warga untuk memperoleh pendidikan di Indonesia juga masih sulit dijangkau. Padahal pemerintah mencanangkan dana sebesar 20% dari APBN untuk pendidikan. Akan tetapi istilah sekolah gratis masih belum terealisasikan pada kenyataannya. Pemerintah harus mengatur ulang pendanaan yang diberikan agar setiap warga dapat merasakan pendidikan secara merata. Guru di Indonesia juga harus dibina lagi hatinya supaya bisa melaksanakan tugasnya sebagai pembimbing dan pendidik dengan baik.   Sumber : http://irmasarigamiarsih.blogspot.co.id

Komentar