Dalam proses pembelajaran fisika selama ini, para guru atau dosen seolah terbelenggu pada kondisi masa lalu. Fisika lebih banyak disampaikan dalam bentuk rumus yang kadang kering dari makna fisis. Tidak jarang kita dapati soal seperti: Sebuah batu dilemparkan *** Sebuah benda ditarik dengan gaya **** Sebuah partikel memiliki percepatan **** Sebuah ember ditarik katrol ***, dsb. Sejak jaman dulu bentuk soal seperti tidak pernah berubah dan sepertinya tidak ada keinginan untuk diubah. Mengapa harus batu, harus benda, harus partikel, harus ember, dsb. Sangat tidak menarik (garing kata mahasiswa sekarang). Malas sekali kita membuat soal. Akibatnya pelajaran fisika sangat tidak menarik (menurut saya). Kenapa kita tidak langsung saja ke benda nyata termasuk alat-alat teknologi canggih? Misalnya seperti ini. Sebuah pesawat Airbus A320-200 bergerak di landasan pacu bandara Soekarno-Hatta. Panjang landasan pacu adalah 3.600 meter. Massa pesawat A320-200 dengan muatan maksimal adalah 78 ton. Pesawat tersebut menggunakan dua mesin CFM International CFM56-5 dengan gaya dorong maksimum tiap mesin adalah 120 kN. a) Perkirakan percepatan maksimum yang dapat dicapai pesawat selama bergerak di landasan (anggap gaya arah horisontal yang bekerja hanya gaya dorongan mesin). b) Saat meninggalkan landasan laju pesawat sekitar 150 knot atau 77 m/s. Saat tinggal landas pesawat hanya boleh menggunakan maksimal 75% panjang landasan. Berapa percepatan minimum A320-200 saat tinggal landas di bandara Soekarno-Hatta dengan anggapan selama bergerak percepatan pesawat konstan? Kalau soal seperti ini, saya kira siswa/mahasiswa akan melihat bahwa fisika itu menarik. Siswa/mahasiswa tidak melulu mengerjakan soal, tetapi juga mendapatkan informasi lain yang berguna. Ini pendapat saya dan boleh jadi banyak yang tidak setuju. *Mikrajuddin Abdullah

Komentar