Hai Sobat Icampus! Bagaimana prestasimu ketika di sekolah? Lalu, apakah sama nasibnya ketika kamu berada di bangku kuliah? Berapa lama kamu berhasil menyelesaikan tugas akhir? Apakah setelah lulus kamu sudah mendapatkan pekerjaan tetap? Itulah pertanyaan yang bisa memantik kondisi sesungguhnya dalam dirimu. Bisa jadi kamu adalah siswa teladan kala menjalani program wajib belajar 12 tahun. Namun, berbeda keadaannya saat kamu mulai memasuki masa-masa kuliah. Pemahaman materinya tidak sama seperti di sekolah. Tidak mudah juga menarik perhatian dosen atas dirimu. Pertanyaan yang diajukan juga lebih sulit. Akhirnya, IPK-mu berbanding terbalik dengan nilai-nilai saat sekolah atau nilai ujian nasional. Kamu tidak mampu berprestasi seperti saat masih berstatus sebagai pelajar. Belum lagi masalah pekerjaan. Kamu yang dikenal sebagai siswa terpintar satu sekolahan ternyata menjadi pengangguran di fase pasca kampus. Selalu gagal dalam interview. Selalu sulit mendapat kesempatan bekerja di tempat yang diinginkan. Begitulah adanya kasus yang banyak terjadi di dunia pendidikan hingga sekarang. Maukah kamu merenungkan beberapa hal berikut ini terlebih dahulu? Yuk, simak!

1. Berhasil di sekolah tak akan selalu berhasil pula dalam kehidupan yang sesungguhnya

Seseorang yang begitu cemerlang prestasinya di sekolah, tidak selalu punya keberhasilan yang sama saat menghadapi persoalan hidup. Sebab, sistem pendidikan di sekolah tidak memiliki perbedaan jauh dengan tantangan yang sebenarnya dalam kehidupan. Soal yang bisa kita jawab dengan mudah saat tes di sekolah, tidak selalu berdampak signifikan pada kemampuan kita menjawab persoalan hidup. Soal-soal saat tes di sekolah sudah kita pelajari dengan tekun dan guru pun memberi bocoran kisi-kisinya. Sedangkan persoalan hidup tak demikian, malah penuh dengan ketidakpastian dan kejutan.

2. Asalkan kamu tidak bodoh dalam mengelola kesulitan

Jika kamu bukanlah orang yang istimewa dalam aspek akademik, yakinlah jika kamu istimewa dalam aspek lain. Kesuksesan akademik bukanlah barometer satu-satunya penentu hidup yang baik. Jangan tutupi kelebihan yang ada pada dirimu. Asahlah selagi masih muda, segar dan punya peluang. Ambillah wadah yang tepat untuk menyalurkannya. Apalagi di masa kini begitu banyak ajang bergengsi yang bisa kamu manfaatkan. Tak ada salahnya kamu tidak punya IPK tinggi dan istimewa. Asalkan, kamu tidak bodoh dalam mengelola kesulitan dalam hidup. Sebelum menytok, kamu berjuang mencari jalan keluar sendiri. Pantang bagimu untuk mudah menyerah dan mengeluh.

3. Hadiah terindah dari orangtua untuk anaknya adalah tantangan

Pendidikan orangtua yang berhasil sesungguhnya adalah ketika mereka berhasil memberi hadiah berupa tantangan kepada anak-anaknya. Mulai dari masa kecil hingga dewasa. Dalam hal ini, bukan berarti membiarkan anak-anak lepas kendali begitu saja. Maksudnya, orangtua senantiasa menunjukkan memberikan persoalan setingkat lebih sulit saat sang anak berhasil menjawab tantangan sebelumnya yang lebih mudah dan sederhana.

4. Kedalaman berpikir lebih dibutuhkan ketimbang hafalan yang akurat

Percayalah, hafalan yang berhasil mengantarkanmu di posisi juara kelas atau mahasiswa cumlaude tak selalu mampu membantu di kondisi terjepit. Pergolakan ekonomi contohnya, penuh dengan ketidakpastian dan ambiguitas. Jika sudah demikian, bisakah posisimu aman saat ini? Tentunya, kamu harus memikirkan alternatif lain dalam mencari nafkah. Jika pekerjaan yang kamu jalani saat ini tidak mencukupi kebutuhanmu dan keluarga efek kenaikan nilai dolar, kamu bisa keluar dari pekerjaan sekarang atau mencari tambahan lewat pekerjaan lain. Dengan kata lain, kamu lebih membutuhkan keterampilan berpikir dalam ketimbang menghafal teks sampai habis.

5. Kreativitaslah kuncinya, bukan nilai sempurna

Nilai sempurna tidak selalu memberi sumbangsih solusi saat kamu harus menangani persoalan kehidupan. Justru, kreativitaslah yang menjadi kunci keberhasilanmu lolos dari bermacam tantangan. Kreativitas itu begitu luas seumpama rumus matematika. Banyak sekali pola dan jalannya. Kamu tidak harus menyelesaikan persoalan dengan cara yang sama sebab formula yang bisa digunakan sangat beragam. Asalkan tujuannya sama, jalan manapun bisa kamu tempuh tergantung keadaan. Jalan kesuksesan setiap orang itu bisa beda-beda. Makanya untuk kamu yang gak sukses di bidang akademik, jangan berkecil hati ya!       Sumber : idntimes.com

Komentar