Hai Sobat ICampus! Senioritas dan junioritas merupakan istilah yang cukup umum dikenal oleh beberapa orang. Istilah ini merujuk kepada tingkatan sekolah dari para murid atau mahasiswa yang khususnya berada di sekolah menengah atas hingga tingkatan universitas. Meski adanya tingkatan dalam sistem pendidikan merupakan hal lumrah, tetapi ada banyak orang yang mengecam keberadaan senioritas dan junioritas. Hal ini berkaitan dengan maraknya efek negatif dan stigma buruk yang timbul dari istilah tersebut. Namun, dari tahun ke tahun hal tersebut susah untuk dihindari sehingga sangat marak terjadi dan tak jarang berdampak pada pembullyan. Untuk kamu yang penasaran mengenai alasan senioritas sangat marak terjadi pada remaja, simak yuk apa saja! Baca Juga : 6 Manfaat Kalau Pengetahuanmu Luas, Gak di Situ-situ Aja

1. Gengsi yang terlalu tinggi

Salah satu aspek yang melatar belakangi hal ini marak terjadi adalah karena gengsi yang umumnya dirasakan oleh para senior yang membawahi junior sehingga timbul pemikiran bahwa senior tidak boleh sampai kalah bersaing dengan junior. Padahal faktanya adalah semua orang berhak untuk bersaing secara sehat tanpa melihat tingkatan baik itu senior atau junior dan bahkan tak jarang saat ini ada junior yang kemampuan ilmu dan praktiknya yang jauh lebih luwes dibanding para senior.

2. Gila hormat

Kita seringkali menganggap bahwa junior wajib tunduk kepada para senior dengan alasan yang terkadang tidak masuk akal. Menghormati dan menghargai satu sama lain merupakan kewajiban kita semua sebagai pelajar yang terpuji, tetapi dengan cara tunduk dan memaksakan sesuatu yang tidak semestinya bukanlah hal yang terpuji sama sekali. Jangan sampai karena gila hormat, para senior rela untuk melakukan hal negatif kepada para junior.

3. Membutuhkan pengakuan

Senioritas dan junioritas erat kaitannya dengan tindakan otoriter yang bahkan sama sekali tidak ada pada sistem pendidikan kita. Ada banyak sekali faktor yang dapat melatar belakangi hal ini, salah satunya adalah karena rata-rata para senior menginginkan suatu pengakuan atas kehadirannya sehingga mereka tidak terlupakan begitu saja oleh kehadiran junior. Daripada melakukan hal yang berkaitan dengan senioritas negatif, akan lebih baik untuk bersaing prestasi agar mampu mendapatkan pengakuan dari sisi positif.

4. Belum ada solusi tepat untuk memutus tradisi turun menurun ini

Kita dapat mengatakan bahwa senioritas merupakan suatu problematika turun temurun yang sudah ada sejak zaman lalu sehingga jika pada saat ini hal tersebut masih saja terjadi, mungkin belum ada cara ampuh untuk memutuskan tradisi tersebut sehingga perlu adanya sosialisasi ataupun solusi dari masalah ini. Jangan sampai karena hal ini, maka akan banyak korban pembullyan yang berkaitan dengan senioritas. Baca Juga : 10 Prinsip yang Dapat Mengantarkanmu pada Kebahagiaan Hidup, Apa Saja?

5. Kurangnya pendidikan karakter di suatu sekolah

Pihak sekolah patut mewaspadai apabila sistem senioritas terjadi di sekolah tersebut, hal ini karena berarti ada yang salah dengan sistem pendidikan khususnya karakter yang diajarkan oleh pihak sekolah. Jika dari awal telah ditanamkan nilai-nilai positif untuk saling menghormati dan menghargai segala perbedaan baik itu berbeda tingkatan pendidikan, tentu hal tersebut mampu untuk dihindari. Nah, lima alasan di atas dapat menjadi aspek ataupun faktor mengapa senioritas marak terjadi dan sulit untuk diputus rantainya. Bagaimana menurutmu?         Sumber : Idntimes.com

Komentar