Hai Sobat ICampus! Namanya juga hidup. Menjalankan segudang aktivitas, mencari uang, berelasi, berkompetisi, dan menyelesaikan tantangan di setiap harinya. Pastilah ada suka maupun duka yang dijalani. Ada masa di mana hidup terasa sangat berat hingga kamu merasa tidak dapat menanggungnya. Meskipun begitu, kamu bisa membuat hidup jadi ‘lebih mudah’ dengan mengubah pemikiranmu. Buang segala pikiran negatif nan pesimistis yang tertanam dalam dirimu. Mulailah membenahi diri dan menerapkan 10 pemikiran di bawah ini. Niscaya, seberat apapun hidup, pasti bisa dijalani dengan lebih mudah!

1. Cobalah mengurangi untuk mengeluh, dengan melihat mereka yang kurang beruntung nasibnya

Mengeluh itu terkadang cukup melegakan untuk dilakukan. Sayangnya, mengeluh juga dapat membuatmu semakin terbebani karena diiringi dengan penyesalan serta rasa kekesalan. Mengeluh juga malah membuat orang di sekitarmu seringkali menjadi risih, dan menganggapmu tidak mensyukuri hidup. Mulai sekarang cobalah untuk mengurangi intensitas mengeluhmu. Gimana caranya? Cobalah untuk ‘menunduk’ dan melihat orang lain yang kurang beruntung nasibnya. Ini adalah cara yang mainstream, namun cukup sulit untuk dilakukan. Kamu memang boleh melihat ‘ke atas’ untuk memotivasi. Akan tetapi kamu juga perlu menyudahi dan bergantian untuk mensyukuri kondisimu saat ini. Mengeluh malas kerja di hari senin? Ingatlah bahwa kamu tidak perlu mengeluh untuk mencari pekerjaan. Mengeluh skripsimu yang tak kunjung usai? Pikirkanlah mereka yang bermimpi untuk kuliah sepertimu. Baca Juga : Agar Tetap Sehat, 6 Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilakukan Berlebihan

2. Kamu gak akan pernah bisa membuat semua orang menyukaimu. Satu dua orang ‘musuh’, wajar saja

Gak perlu terlalu diambil pusing, apabila terdapat satu dua orang yang gak suka sama kamu. Selama kamu gak menyakiti atau berbuat hal yang tidak menyenangkan padanya, kamu gak perlu khawatir. Apapun yang kita lakukan, dapat dinilai sebagai sesuatu yang baik atau buruk di mata orang lain. Presiden dapat disanjung, bisa juga dihina. Artis juga bisa diidolakan, bisa juga diolok-olok. Percayalah, kamu gak akan pernah bisa membuat semua orang di dunia ini untuk menyukaimu. Pasti ada satu dua hal yang dirasa kurang cocok bagi orang lain. Kamu baru boleh khawatir, apabila sangat banyak orang yang tidak menyukaimu. Introspeksi dirilah, karena mungkin memang kamu yang harus berubah.

3. Jangan menilai keberuntungan seseorang dari postingan instagram-nya saja. Gak semuanya ‘real‘, kan?

Apakah kamu merasa kurang beruntung, setelah melihat temanmu memamerkan pesta ulang tahunnya yang super mewah di instagram? Apakah kamu jadi merasa tidak menarik, setelah melihat wajah temanmu yang super mulus? Atau kamu pernah merasa iri dengan kehidupan temanmu yang kesannya lebih menyenangkan? Oh, come on. Itu adalah postingan di Instagram. Bisa di posting kapan saja, dimanipulasi tanggalnya, dan tentunya diedit. Jadi, gak semua yang kamu lihat di Instagram itu adalah sesuatu yang ‘real‘. Bisa saja dibalik senyuman temanmu yang berulangtahun, tersimpan kesedihan karena orangtuanya yang super sibuk tidak dapat menghadirinya? Atau mana kamu tahu, jika dibalik wajah menawannya, tersimpan kekhawatiran yang cukup tinggi akan tubuhnya? Hal yang ditampakkan tentu yang indah saja, bukan? Tanpa kamu sadari, hidupmu juga sama menyenangkannya dengan mereka. Hanya saja kamu kurang ‘melihat’ nya. Makan malam dengan suasana hangat bersama keluarga, perhatian dari pacar yang serasa infinity, serta prestasi yang telah kamu lakukan selama ini. Apakah itu bukan suatu kebahagiaan?

4. Jangan membuat ‘drama sendiri’ di pikiranmu alias overthinking. Terkadang realitanya gak seburuk bayanganmu

Sesuatu yang terlihat biasa, bisa menjadi sesuatu yang luar biasa mengerikan ataupun menegangkan. Ini berkat dirimu yang terus saja membuat ‘drama’ di pikiranmu sendiri. Memikirkan kemungkinan terburuk secara terus menerus, berekspektasi berlebihan akan sesuatu, kekhawatiran terhadap hal-hal yang tidak direncanakan, semakin memperburuk kondisi tersebut. Asal kamu tahu, terkadang setelah dijalani, itu gak seburuk yang kita kira. Ternyata kamu masih bisa tertawa bahagia setelah menjalani UAS yang materinya paling kamu tidak suka. Wawancara kerja yang kamu jalani, ternyata tidak sedingin yang kamu pikirkan sebelumnya. Please, jangan overthinking. Seringkali itu merugikan kamu sendiri, lho.

5. Memang hidup itu sesekali perlu tantangan. Biar kita bisa berubah lebih baik setiap harinya

Coba kamu pikirkan. Gimana jadinya jika hidup berjalan lempeng-lempeng saja. Kurang menarik? Kurang menantang? menimbulkan kebosanan? menciptakan sesuatu yang mainstream? Yup, itu semua bisa terjadi ketika hidup berjalan tanpa adanya suatu tantangan. Gak harus tantangan yang ekstrim, seperti lompat dari tebing atau makan bebatuan. Tantangan untuk ikut lomba nyanyi di sekolah, tantangan untuk bisa berkendara sendiri, atau bahkan tantangan untuk menyatakan cinta kepada gebetanmu di kelas sebelah, itu sudah cukup membuat hidupmu lebih dinamis. Lagipula, setiap tantangan pasti akan membuatmu belajar akan sesuatu hal. Inilah yang mampu membuatmu berubah ke arah yang lebih baik. Asalkan kamu mau belajar dari kesalahan, lho! Baca Juga : 5 Etika yang Wajib Kamu Terapkan Saat Bersosialisasi

6. Gak pede karena punya jerawat, komedo, selulit, atau bekas luka? Percayalah, itu manusiawi

Sebenarnya jerawat, bekas luka, selulit dan sederetan masalah kulit lainnya adalah hal yang manusiawi. Itu bukanlah kondisi yang langka, dan membuatmu di cap sebagai manusia teraneh yang pernah hidup di dunia. Memang semua itu terkadang bikin kamu gak pede, dan membuatmu berusaha untuk mengatasinya. Boleh aja, kok. Itu sebabnya ada salep luka, obat anti jerawat dan body lotion, kan? Akan tetapi, janganlah menganggap itu sesuatu yang sangat aneh, hingga membuatmu ingin terus bersembunyi dan menghambat aktivitasmu. Ada banyak orang yang juga mengalaminya dan sedang berusaha untuk mengatasinya. You’re not alone, my dear.

7. Setiap orang punya cara yang berbeda untuk menikmati hidup. Gak selalu mainstream

Hidup itu sesekali perlu dinikmati. Perlu sesekali untuk menuruti egomu dan menyenangkan diri. Setiap orang punya cara yang berbeda untuk menikmati hidup. Ada yang menikmati hidup dengan makan di restoran mewah, belanja midnight sale, atau sekedar jalan-jalan ke tempat hiburan. Selain aktivitas menyenangkan diri yang mainstream, beberapa orang punya cara yang berbeda alias ‘unik’ untuk menyenangkan dirinya. Satu hal yang perlu kamu ingat adalah kamu tidak berhak untuk men-judge bagaimana cara orang lain menikmati hidup. Itu hidupnya, dan cara tersebut adalah pilihannya. Selama dia bahagia, kenapa kita harus mempermasalahkannya?

8. Gak ada manusia yang benar-benar sempurna. Mereka hanya pandai mengoptimalkan kelebihannya. Kamu juga, gih!

Seringkali menjadi minder karena melihat anak usia 12 tahun dengan kemampuan main biola yang keren. Bisa juga merasa takjub karena melihat laki-laki yang begitu lentur untuk menarikan pole dance. Segala keahlian tersebut membuatmu berpikir bahwa mereka adalah manusia sempurna tanpa kekurangan. Kamu juga jadi berkaca dan menganggap jika dirimu gak sempurna dan gak seberuntung dia. Hey, mereka itu hanya ‘lebih pandai’ untuk menunjukkan kelebihanya, sehingga orang lain gak terlalu fokus pada kelemahannya. kamu sebenarnya juga bisa, lho. Cobalah untuk mengasah kemampuanmu. Kamu hobi gambar? Buatlah komik atau lukisan yang artistik. Maksimalkan potensi yang kamu punya, untuk mengimbangi kekuranganmu.

9. Terkadang kamu perlu berpikir kalau hidup hanya sekali. Tapi ada kalanya, kamu harus berpikir jika perjalanan hidupmu masih panjang

Kamu gak harus terus berpikiran bahwa perjalanan hidupmu masih panjang, sehingga kamu sangat pelit, bahkan untuk menyenangkan dirimu sendiri. Kamu juga gak harus selalu berpikir YOLO alias you only life once, dan membuatmu boros dan menghabiskan hingga berjuta-juta dalam sekali hangout. Kamu boleh berinvestasi, menabung dan menjalani hidup irit demi masa depan yang lebih aman. Kamu juga boleh makan di restoran mewah untuk merayakan keberhasilanmu setelah melalui tantangan hidup yang cukup sulit. Kamu gak harus terus berada dalam salah satu prinsip di atas, seumur hidupmu. Pilihlah dengan bijak sesuai dengan kondisi yang sedang kamu alami.

10. Apapun yang kamu lakukan, pasti memiliki risiko. Tinggal pilih, mana risiko yang mampu kamu tanggung

Di dunia ini enggak ada sesuatupun yang nihil dari risiko. Hampir semua keputusan, akan mendatangkan sebuah dampak. Buang jauh-jauh pikiran untuk menjalani hidup tanpa risiko. Hal yang bisa kamu lakukan adalah  memilih keputusan dengan risiko yang bisa kamu tanggung. Berpikir realistis seperti ini akan membuatmu lebih mudah untuk menjalani hidup, dibanding harus berandai-andai jika tidak ada risiko yang perlu kamu hadapi di dunia ini. Apakah kamu mampu menerapkannya? Jika jawabannya adalah iya, maka selamat! Kamu telah selangkah lebih maju untuk memudahkan hidupmu sendiri.             Sumber : Idntimes.com

Komentar