Hai Sobat ICampus! Istilah ‘mindfulness’ kian merebak seiring dengan berkembangnya isu kesehatan mental. Dalam penerapannya, mindfulness adalah cara untuk berfokus pada masa sekarang dan biasanya menggunakan teknik meditasi, pernafasan, dan yoga sebagaimana dilansir dari laman mentalhealth.org. Praktik mindfulness membantu seseorang untuk mengelola pikiran, perasaan, dan kondisi mental, sekaligus menantang kita untuk menghargai hal-hal kecil. Selama prosesnya ada beberapa hal yang seringkali orang mindful pegang teguh untuk tetap dalam kondisi mindfulness. Apa saja? Check ’em out! Baca Juga : 8 Tanda Tersirat Kalau Kamu Sebenarnya Orang yang Cerdas 

1. Menjalani hari-hari dengan keingintahuan dan menikmatinya

Orang yang menerapkan pola hidup mindfulness seringkali menjalani rutinitas sehari-hari layaknya itu merupakan momen pertama kali mereka. Setiap hal yang mereka kerjakan selalu dirasakan, dinikmati, dan dihayati dengan rasa keingintahuan yang mendalam. Sekalipun itu aktivitas sederhana seperti mandi dan makan. Dan keingintahuan tersebut menuntun mereka untuk kembali berhubungan dengan rasa takjub dan juga peluang-peluang dalam kehidupan.

2. Memaafkan kesalahan diri sendiri secara tulus, lalu bangkit kembali

Rintangan hadir dalam kehidupan adalah hal yang lumrah. Ada kalanya kita dibuat lelah, gelisah, terlalu sibuk, hingga rasanya meragukan proses membangun mindfulness dalam diri. Alih-alih menganggapnya sebagai kegagalan proses, jadikan kesempatan ini untuk belajar. Kala dilanda rintangan, maafkan diri sendiri atas kesalahan di masa lalu. Telisik rintangan tersebut dan ambil pelajaran darinya, lalu segera undang diri kita untuk bangkit, memperbaiki, dan memulainya kembali.

3. Memelihara kepedulian dan rasa empati

Secara sadar memelihara rasa peduli dan empati kepada diri sendiri dapat menghantarkan pesan implisit bagi otak bahwasanya kita layak untuk diperhatikan. Emosi negatif yang biasanya dianggap sebagai musuh, sebaliknya malah menjadi penuntun bagi kita agar lebih baik dalam memahami apa yang sebenarnya kita atau orang lain butuhkan demi membantu memperbaiki diri. Aksi peduli diri ini pun juga bertindak sebagai agen penyembuhan yang menghubungkan kita pada kebahagiaan. Oleh karena itu, saat berhadapan dengan emosi negatif, kita pun tak lagi takut dan sudah terbiasa.

4. Memahami bahwa tak ada yang abadi, semua hal datang dan pergi

Setiap hal dalam kehidupan ini selalu datang dan pergi. Waktu terus berputar membawa pergantian musim dengan wajah alam yang berbeda, juga membawa kita menelusuri alur masa hingga kita tumbuh dewasa dan pada akhirnya pun meninggalkan dunia. Orang mindful sungguh memahami akan hal ini, dan bagi mereka kehidupan itu sangat berharga untuk tak dinikmati sebijaksana mungkin. Karena mungkin saja suatu saat kita akan bergumam bahwa segala hal berlalu begitu cepat hingga membuat kita terperosok dalam penyesalan. Tak mau ‘kan?

5. Merangkul kerentanan diri

Mengapa kita harus bermusuhan dengan kerentanan diri kalau kita bisa menjadikannya teman? Embrace it. Bukan berarti kita harus rentan setiap saat. Namun dengan mengenali dan memahaminya dapat menumbuhkan keberanian, keyakinan, dan koneksi yang pada akhirnya memperkenankan diri kita untuk perlahan-lahan merasa aman, bahagia, dan percaya pada diri sendiri. Baca Juga : 5 Kebiasaan yang Bisa Menghambat Produktivitasmu, Yuk Berubah!

6. Berdamai dengan ketidaksempurnaan

Sibuk memikirkan ketidaksempurnaan hanya akan membuat kita terus-menerus menghakimi diri sendiri. Pada kenyataannya bukan hanya kita seorang yang tak sempurna, tetapi orang lain juga. Karena sejatinya ketidaksempurnaan itulah yang mendefinisikan kita sebagai seorang manusia. Menerapkan mindfulness dalam keseharian memang tak mudah. Bahkan sekalipun orang mindful yang telah lama menerapkan pola hidup ini pun juga pernah terhambat dalam prosesnya. Jadi jangan khawatir, selalu ada waktu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tinggal kamunya sendiri, apakah berniat untuk memulainya atau tidak.       Sumber : Idntimes.com

Komentar