Hai Sobat ICampus!  Dikutip dari buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat yang dituliskan oleh Cindy Adams, suatu ketika Presiden Soekarno muda pernah punya keinginan untuk melanjutkan studi ke luar negeri, yaitu di negeri Belanda. Namun, keinginan tersebut ditolak oleh ibundanya.
“… Apakah yang menyebabkan engkau tertarik? Pikiran untuk mencapai gelar universitas ataukah penghargaan akan mendapatkan perempuan kulit putih?”.
Penolakan ibunda Soekarno bukan tanpa alasan. Salah satu sebab beliau tidak setuju dengan keinginan Soekarno adalah karena biaya. Tidak hanya Soekarno, mungkin kamu juga menjadi salah satu orang yang punya mimpi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Pertimbangannya mulai dari akreditasi kampus luar negeri yang “lebih diperhitungkan” untuk menunjang karirmu kelak, hingga kesempatan memperluas pertemanan dan memperkaya pengalaman hidup. Tapi tentunya untuk bisa kuliah di luar negeri, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan mulai dari biaya hingga nasib karirmu di Indonesia. Berikut 7 alasan kenapa kamu nggak perlu jauh-jauh melanjutkan kuliah ke luar negeri! Baca Juga : 8 Tanda Tersirat Kalau Kamu Sebenarnya Orang yang Cerdas

1. Kuliah di luar negeri itu berat, apalagi kalau dibiayai negara

Kalau kamu berkuliah di luar negeri dengan mengandalkan beasiswa dari pemerintah Indonesia yang notabene berasal dari uang rakyat, maka kamu memiliki tanggung jawab untuk tidak menyia-nyiakan uang rakyat tersebut. Setiap hari kamu akan merasakan beban mental untuk lulus tepat waktu karena pemerintah hanya akan membiayai kamu sesuai dengan batas masa studi. Jadi kalau kamu memutuskan untuk melanjutkan kuliah dengan beasiswa dari pemerintah, kamu juga harus siap untuk belajar dengan keras dan lulus tepat waktu.

2. Perbedaan budaya yang ekstrim

Berkuliah di luar negeri berarti membuatmu dituntut untuk siap berhadapan dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang sama sekali berbeda denganmu. Tidak semua orang bisa hidup bersih dan rapi setiap saat. Kamu akan merasakan beratnya hidup bersama orang lain saat tinggal di student housing bersama housemates yang mungkin jorok, berantakan, doyan party atau mabuk sepanjang malam sampai mengganggu belajarmu, hingga yang suka memakai barang-barangmu tanpa izin. Kamu akan merasa sangat beruntung jika mampu tinggal di private apartement dengan kamar mandi dalam dan dapur pribadi. Namun, biaya sewa private apartement tentu tidak murah.

3. Perbedaan cuaca yang luar biasa ekstrim

Tinggal di negara beriklim subtropis bahkan dingin mungkin akan membuat kamu merasa sangat bersyukur bisa tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Cuaca di Indonesia bisa dibilang cukup hangat dan bersahabat. Kamu tidak membutuhkan baju khusus cuaca tertentu dan bisa memakai jenis baju yang itu-itu saja sepanjang tahun tanpa takut akan merasa terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan. Bisa melihat salju mungkin adalah salah satu impian terbesar kamu saat punya kesempatan tinggal di luar negeri, namun percayalah bahwa tinggal di tempat bersalju selama berbulan-bulan tidaklah seenak yang kamu bayangkan. Kamu harus memakai jaket tebal dan sepatu hangat hanya untuk ke mini market yang letaknya hanya di seberang apartemenmu. Cuaca mendung dan kelam akan menyelimutimu berhari-hari. Jalanan beku juga bisa membahayakan, jadi kamu harus ekstra hati-hati saat berjalan atau berkendara.

4. Super kangen dengan kuliner Indonesia

Beruntung bagi kamu yang bisa menemukan penjual bumbu atau rempah-rempah khas Indonesia di negeri rantau sana. Bahkan jika kamu malas atau tidak bisa memasak, masih ada alternatif makanan khas Thailand, China, India atau Arab yang rasanya mungkin cukup bisa diterima lidahmu. Namun bila kamu tinggal jauh dari segala ‘kenikmatan’ itu apalagi jika lidahmu tidak kunjung mampu beradaptasi dengan makanan setempat, kamu akan merasa tersiksa. Bisa jadi kamu akan merasa frustasi karena rindu yang teramat sangat pada makanan Indonesia. Usahakan kamu bisa memasak masakan sederhana yang cukup untuk memenuhi gizi harianmu, sebab akan sangat boros kalau kamu harus selalu eating out tiga kali sehari. Baca Juga : 7 Hal Ini Perlu Kamu Hindari Jika Ingin Melihat Dirimu Sukses

5. Belajar, belajar, dan belajar setiap hari

Jangan bayangkan kamu bisa seenaknya jalan-jalan sepulang kuliah atau tiap weekend  karena beban tugas-tugas kuliah yang kamu dapat akan jauh lebih berat dari tugas-tugas sekolah atau kuliahmu di Indonesia. Bisa dibilang, tugas kuliah di luar negeri bahkan membuatmu tidak punya waktu untuk mengeluh. Hari-harimu akan dihabiskan di perpustakaan. Waktumu akan disita oleh deadline tugas-tugas individu dan kelompok. Apalagi menjelang ujian, kamu harus belajar jauh lebih keras dari biasanya. Jadi jangan bayangkan kalau kamu akan bisa sering jalan-jalan dan berfoto-foto ala turis kemudian mengunggahnya ke social media. Waktu liburan yang kamu punya kemungkinan hanya saat winter break atau spring break.

6. Banyak orang besar yang lahir dari kampus dalam negeri

Mungkin kamu terinspirasi oleh Maudy Ayunda yang lulus dari University of Oxford, atau Cinta Laura yang memperoleh double degree dari Columbia University. Bisa jadi kamu juga bercita-cita menjadi pengukir sejarah seperti Mark Zuckerberg dan berkuliah di Harvard. Tidak ada salahnya untuk bermimpi, tapi jangan terlalu skeptis dengan kampus-kampus di Indonesia karena banyak kok kampus dalam negeri yang berhasil melahirkan orang-orang sukses. Sebut saja B. J. Habibie yang lulusan ITB, Sri Mulyani lulusan Universitas Indonesia dan seorang lulusan UGM yang sekarang menjabat sebagai Presiden RI, Joko Widodo. Tiga nama tersebut hanya segelintir dari begitu banyak nama orang-orang hebat lulusan kampus dalam negeri yang telah membuat kita bangga.

7. Akan jadi apa setelah lulus dari luar negeri nanti?

Sebelum memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, sebaiknya kamu telah mengetahui mau jadi apa atau akan kemana arahmu setelah lulus nanti. Jika kuliahmu dibiayai oleh beasiswa maka kamu diwajibkan untuk ‘membalas budi’ dan memiliki kontribusi nyata pada negara yang telah membiayai studimu di luar negeri. Jangan sampai gelar prestisius dari kampus ternama di luar negeri menjadi sia-sia karena kamu gagal menerapkan ilmu yang jauh-jauh kamu timba untuk kemajuan bangsa. Yuk coba renungkan dan tanyakan pada lubuk hatimu, apakah niatmu kuliah ke luar negeri adalah tulus semata-mata karena ingin menimba ilmu atau hanya karena prestige belaka?         Sumber : Idntimes.com

Komentar