Hai Sobat ICampus! Menyusun skripsi merupakan momok paling menakutkan yang pernah dihadapi setiap mahasiswa menjelang kelulusannya. Ada banyak hal yang mendasari mengapa menyusun skripsi menjadi kegiatan yang dianggap melelahkan, salah satunya karena ‘kebagian’ dosen pembimbing killer. Hampir dihindari setiap mahasiswa, dosen pembimbing skripsi killer tentu saja akan membuat penyusunan menjadi molor karena harus mengalami banyak revisi. Eits, jangan mengeluh dulu gengs, berikut ini beberapa kiat jitu bagaimana cara menghadapi dosen pembimbing killer biar skripsimu cepat di-acc. Baca Juga : 5 Hal yang Wajib Diketahui Mahasiswa Baru Sebelum Masuk Kuliah

1. Ketahui karakteristik utama sang dosen, lalu ambil hatinya

Yang pertama kali harus kamu lakukan tentu saja mengenali dengan jelas karakter dosen pembimbing killer secara mendetail. Meski terkenal killer, mereka pasti punya satu sisi sifat positif yang berseberangan dengan karakter ‘garang’-nya. Jika kamu sudah faham dengan karakternya, maka tak sulit bagi kamu untuk mengambil hatinya dengan pengajuan skripsi kamu.

2. Disiplin dalam berbagai hal

Dosen pembimbing killer biasanya memang menerapkan patokan-patokan kedisiplinan yang cukup ketat bagi mahasiswanya. Kamu yang sering ‘ngaret’ wajib mengubah kebiasaan dengan beradaptasi terhadap peraturannya, termasuk tentang kedisiplinan. Untuk lebih membuatnya terkesan, sebaiknya datang lebih awal dari waktu pertemuan yang sudah dijanjikan. Tak hanya soal disiplin waktu, kamu juga bisa menerapkan kedisiplinan tersebut dalam banyak hal.

3. Harus sering-sering dan banyak bertanya

Ingat ya, dosen pembimbing killer tak akan pernah menyukai mahasiswanya yang pasif, nrimo, adem-ayem dan jarang bertanya. Mereka lebih suka ‘berdebat’ dengan mahasiswa yang aktif dan sering mengajukan banyak pertanyaan. Manfaatkan hal tersebut dengan mengajukan banyak pertanyaan sesering mungkin sampai sang dosen merasa benar-benar bosan dengan ‘ocehan’-mu. Baca Juga : Sah Jadi Mahasiswa Baru, 10 Info Seputar Kampus Ini Wajib Kamu Tahu

4. Pahami dengan jelas apa yang disukai dan tak disukainya

Selain menyelami karakternya, kamu juga perlu mengetahui lebih dalam tentang apa yang disukai dan tak disukainya. Tak hanya mengenai pembahasan skripsi dan dunia kemahasiswaan, namun juga mengenai hal-hal lain dalam kehidupan. Setelah mengetahuinya, banyak-banyaklah melakukan kegiatan yang disukainya dan hindari melakukan hal-hal yang dibencinya.

5. Kuatkan mentalmu dari kalimat-kalimat ‘sadis’-nya

Nah, ini nih yang menjadi dasar ketika kamu berhadapan dengan dosen pembimbing killer ketika menyusun skripsi. Karena mereka dikenal senang berbicara secara ‘sadis’, maka kuatkan mentalmu dari kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya. Ingat ya, meskipun arah pembicaraan sang dosen terkesan menjatuhkan, mereka sama sekali tak pernah membencimu. Mereka tentu ingin kamu menjadi orang yang tahan banting, rajin, disiplin, kuat mental, dan beberapa hal positif lain dalam kehidupan. Jadi, menghadapi dosen pembimbing skripsi killer? Siapa takut?       Sumber : Idntimes.com

Komentar