Hai Sobat ICampus! Beberapa orang beranggapan jika jurusan jurnalistik dan broadcasting merupakan jurusan yang sama. Padahal, meskipun berada pada ilmu sama, yakni Komunikasi, kedua jurusan tersebut pada dasarnya merupakan jurusan yang berbeda lho! 

Dilihat dari namanya saja, sudah jelas berbeda. Lalu, apa saja yang membedakan kedua jurusan tersebut ya? Daripada penasaran, yuk langsung simak ulasan perbedaan jurusan jurnalistik & broadcasting berikut!

1. Beda konsentrasi jurusan

Berdasarkan konsentrasinya, jurusan jurnalistik akan mempelajari hal-hal mengenai pemberitaan. Misalnya, mencari, menulis, dan menyunting berita, hingga proses pendistribusian berita.

Baik itu melalui media massa atau media elektronik, kamu akan mempelajari seputar media pemberitaan saja.

Sedangkan broadcasting berkonsentrasi pada produksi program berita dan non berita di televisi serta radio. Produksi program tersebut akan mengupas aspek kreatif seperti konsep, naskah, riset, dan hal lain yang berhubungan dengan pemasaran.

Baca Juga :  5 Pengaruh Positif Ketika Kamu Bersikap Tenang Hadapi Suatu Masalah

2. Mata kuliah yang dipelajari tidak sama

Sesuai dengan namanya, jurnalistik memiliki mata kuliah yang berhubungan dengan soft skill dalam dunia pemberitaan. Seperti pemahaman teori media, produksi berita, teknik wawancara, dan teknik menulis serta menyajikan sebuah berita.

Lain daripada itu, broadcasting akan memiliki mata kuliah yang berhubungan dengan teknis industri media. Misalnya teknik produksi program, teknik mengambil gambar, teknik siaran, dan penggunaan teknologi siaran lainnya.

3. Porsi ilmu yang berbeda

Meski sama-sama mempelajari teknologi media, kedua jurusan ini punya porsi ilmu yang berbeda. Mahasiswa jurnalistik yang masuk ke dalam Fakultas Ilmu Komunikasi pada semester awal hingga semester enam, akan mempelajari semua prodi ilmu komunikasi yang ada. Mulai dari hubungan masyarakat, periklanan, hingga jurnalistik itu sendiri.

Sehingga, mahasiswa yang mengambil jurusan jurnalistik biasanya juga memiliki kemampuan di bidang lain. Tentunya, yang masih berhubungan dengan ilmu komunikasi. Sedangkan, broadcasting benar-benar mempelajari ilmu penyiaran dan produksi siaran program sejak awal semester hingga akhir masa perkuliahan.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Beasiswa ke Luar Negeri yang Diadakan Tahun 2020

4. Kompetensi lulusan

Mahasiswa lulusan jurnalistik diharapkan memiliki kompetensi seperti menulis, membuat, dan memproduksi berita. Berbeda dengan itu, lulusan broadcasting diharapkan memiliki kompetensi keahlian seperti membuat konsep program televisi dan radio, serta riset dan marketing siaran program media.

5. Peluang kerja yang digeluti

Dengan kemampuan yang dimiliki, lulusan jurnalistik memiliki peluang kerja sebagai penyiar berita, pembawa acara, wartawan, dan editor tulisan. Namun jika tidak ingin berkecimpung di media, lulusan jurnalistik juga dapat bekerja di lembaga pemerintahan seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sementara lulusan broadcasting memiliki peluang kerja sebagai penyiar berita, penyiar radio, tim kreatif, floor director, production assistant, camera person, divisi perencanaan program, bagian sound, dan lainnya.

Namun, ketika sudah di dunia kerja, lulusan jurnalistik dan broadcasting biasanya akan bekerja sama pada bidang yang sama. Bahkan, tak jarang lulusan kedua jurusan tersebut punya profesi pada bidang yang tertukar lho!

Nah, sekarang sudah tahu kan perbedaan jurusan jurnalistik dan broadcasting? Jadi, jangan sampai bilang sama lagi ya!

Sumber : Idntimes.com

Komentar