Hai Sobat Info Beasiswa.ID! Penayanga berbagai jenis bimbel online yang dilakukan hampir seluruh stasiun TV swasta yang seharusnya menjadi kanal informasi untuk kepentingan publik justru melenceng dari harkatnya.

Penikmat saluran TV, suka tidak suka, harus mau dicekoki promosi bimbel online. Dalam tulisan ini akan membahas enam hal yang perlu diperhatikan sebelum berlangganan bimbel online.

1. Gangguan saat belajar melalui HP

Ada korelasi antara pemilihan HP, sebagai sarana bimbel online, dengan kebiasaan warga Indonesia dengan penggunaan gawai. Dilansir dari Tempo.co, Indonesia menduduki peringkat 24 sebagai pengguna HP terbanyak di dunia. Melalui data ini, mungkin, para pengembang bimbel online memilih HP sebagai sarana pembelajaran.

Namun, yang patut diperhatikan adalah aktivitas apa yang dilakukan sebagian pengguna HP di Indonesia. Penelitian yang dilansir We Are Social, kebanyakan pegguna HP di Indonesia menggunakan HP untuk sarana hiburan seperti media sosial (Websindo, 2019).

Bagi calon pengguna  bimbel online perlu memerhatikan betul mengenai data-data ini, karena bisa saja sudah tertarik dengan bimbel online, sampai sudah berlangganan, tapi pengguna HPnya masih lebih tertarik membuka aplikasi game ataupun sosmed. Sayang sekali jika hal tersebut terjadi.

2. Perlunya komitmen untuk belajar

Sebelum menggunakan layanan bimbel online, pengguna harus benar-benar bisa berkomitmen untuk memanfaatkan aplikasi bimbel online secara maksimal. Atau, jika masih sering tergoda membuka game atau sosial media ketimbang membuka aplikasi bimbel online, pengguna bisa meminta bantuan orang sekitar untuk mengingatkan.

Komitmen belajar diperlukan agar pengguna layanan bimbel online bisa memanfaatkan aplikasi bimbel online secara maksimal. Selain itu jangan gunakan aplikasi bimbel online sekadar alat sarana menyelesaikan pekerjaan rumah secara instan, tanpa dibarengi niat untuk memahami materi pelajaran.

Baca Juga : Wajib Tahu, Ini 6 Aturan Tak Tertulis Saat Mengirim Pesan pada Dosen

3. Atur jadwal belajar

Salah satu perbedaan penting bimbel online dari bimbel konvensional adalah jadwal belajar yang fleksibel. Oleh sebab itu, membuat jadwal rutin belajar melalui aplikasi bimbel online juga perlu dilakukan agar langganan bimbel online tidak sia-sia.

Dalam aplikasi bimbel online sudah terselip fitur reminder bagi para penggunanya, tapi fitur reminder tidak berguna jika penggunanya tidak disiplin. Setelah jadwal dibuat, disiplin diri sangat diperlukan saat memutuskan untuk berlangganan bimbel online. Disiplin diri diterapkan dengan cara mematuhi jadwal belajar yang dibuat.

4. Jangan berlangganan hanya karena bujuk rayu iklan

Melalui promosi besar-besaran, iklan bimbel online mengklaim mampu membantu pelangganya agar bisa masuk perguruan tinggi negeri favorit. Success story dari pengguna bimbel online yang masuk di perguruan tinggi jadi penguat klaim ini.

Namun, sedikit-banyak harus dipahami bahwa tujuan pendidikan bukan hanya soal niai matematika yang tinggi. Kemampuan atau skill di luar bidang akademik juga harus jadi perhatian.

Anak yang memiliki kemampuan numerik yang lemah, tapi andal dalam memainkan alat musik tidak bisa dicap gagal di masa depannya. Atau, seseorang yang memiliki keahlian merangkai puisi tapi tidak mampu menghafal rumus kimia dianggap bodoh. Stigma-stigma negatif ini sudah sepatutnya disingkirkan.

Bimbel online memang sarana yang bagus untuk belajar di era digital ini. Tapi, bimbel online bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan melainkan hanya salah satu sarana menuju kesuksesan.

Baca Juga : 5 Alasan Kuat Mengapa Kamu Harus Rajin Baca Buku Filsafat

5. Apa yang tidak didapat dari bimbel online

Di era dgital seperti saat ini, bimbel online sudah jadi salah satu inovasi yang tidak dapat dihindari. Bimbel online mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki bimbel konvensional: biaya yang lebih murah, efisiensi waktu, belajar di mana pun, dan ribuan materi pelajaran yang bisa dipelajari hanya melalui layar HP.

Melalui bimbel online para siswa-siswi bisa belajar sembari rebahan di tempat tidur. Sistem pembelajaran semacam ini kurang bisa melatih softskill yang juga dibutuhkan para pelajar untuk bekal masa depan. Bekal softskill bisa didapatkan melalui interaksi langsung dengan pengajar, diskusi, dan kerja kelompok antar siswa.

6. Tidak hanya membahas pelajaran, guru juga sebagai teladan

Dalam dunia pendidikan dikenal semboyan Ki Hadjar Dewantara yang berbunyi “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani” (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan; di tengah atau di antara murid, guru harus bisa memprakarsa atau menciptakan ide; di depan guru harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).

Hadirnya bimbel online bukan untuk menggantikan proses belajar mengajar konvensional, tapi justru hanya sebagai sarana pendukung.

Diharapkan melalui tulisan ini, orangtua atau siapa pun yang memilih bimbel online bisa membuat keputusan yang bijak, dan tidak sepenuhnya terpengaruh iklan besar-besaran yang ditayangkan di televisi.

Sumber : Idntimes.com

Komentar