Hai Sobat Info Beasiswa! Terkadang, orang-orang suka menganggap remeh mahasiswa “kupu-kupu” alias “kuliah pulang-kuliah pulang”. Mereka beranggapan bahwa mahasiswa “kupu-kupu” adalah anak yang pasif, pemalas, tidak berpengalaman, dan tidak produktif.

Namun benarkah anggapan tersebut? Daripada berburuk sangka, yuk simak ulasannya berikut ini!

1. Hemat uang jajan dan transportasi

Kalau jarak rumah cukup jauh dari kampus dan membutuhkan biaya transportasi yang besar, jadi mahasiswa “kupu-kupu” dapat menghemat uang jajan dan biaya transportasi, lho!

Yups, mahasiswa “kupu-kupu” gak perlu bolak-balik kampus tiap hari sekalipun hari libur. Mahasiswa “kupu-kupu” juga gak perlu ngeluarin banyak uang untuk beli makan ataupun bayar denda organisasi. Uang jajan dan transportasi pun jadi lebih hemat dan bisa ditabung.

Baca Juga : 5 Alasan Kerja Tak Harus Sesuai Jurusan Kuliah, Tetap Bisa Sukses Kok!

2. Ikut kegiatan positif lain di luar kampus

Mahasiswa “kupu-kupu” punya banyak kesempatan untuk ikut berbagai macam kegiatan positif lain di luar kampus. Tentunya sekarang ini udah banyak banget kegiatan volunteer yang bisa diikuti. Nah, mahasiswa “kupu-kupu” bisa daftar itu tanpa harus pusing memikirkan waktu apakah bentrok dengan organisasi kampus atau tidak. 

Selain ikut kegiatan volunteer, mahasiswa “kupu-kupu” juga bisa daftar kursus atau part time. Jadi, pengalaman mahasiswa “kupu-kupu” pun gak kalah banyak dengan teman-teman yang aktif di kampus.

3. Dapat mengasah bakat dan menekuni hobi

Kalau jadi mahasiswa “kupu-kupu” yang juga gak ikut kegiatan di luar kampus, waktu senggang pastinya bisa dipakai untuk mengasah bakat dan menekuni hobi. Kalau belum tahu punya bakat apa, mahasiswa “kupu-kupu” punya banyak waktu untuk terus menggalinya. Menekuni hobi pun dapat membuahkan hasil yang positif untuk mahasiswa “kupu-kupu”.

4. Punya waktu refreshing dan me time

Salah satu keuntungan jadi mahasiswa “kupu-kupu” adalah masih punya waktu refreshing dan me time ketika tugas lagi numpuk-numpuknya. Karena gak ada jadwal kegiatan organisasi, mahasiswa “kupu-kupu” masih bisa menenangkan diri atau sesekali berkumpul teman-teman lama. Dengan memberi waktu istirahat untuk diri sendiri, kesehatan mental dan fisik pun lebih terjaga.

Baca Juga :  5 Langkah Jitu Hadapi Rekan Kerja yang Susah Diajak Kerja Sama

5. Bisa menyelesaikan tugas tepat waktu

Coba bayangkan apa jadinya kalau dalam satu kelompok semuanya sibuk mengurus suatu kegiatan organisasi kampus? Tentunya tugas jadi gak maksimal dikerjakan dan bikin stres! Nah, di situlah peran mahasiswa “kupu-kupu”.

Mahasiswa “kupu-kupu” bisa menyelesaikan tugas tepat waktu serta membantu teman-teman yang aktif organisasi kampus dalam tugas kelompok. Jadi, tugas selesai dan gak perlu pakai stres!

6. Lebih banyak waktu dengan keluarga

Gak sedikit mahasiswa yang aktif di organisasi kampus mengeluhkan kurangnya quality time dengan keluarga mengingat tak jarang waktu libur pun dipakai untuk rapat hingga melaksanakan acara. Nah, mahasiswa “kupu-kupu” bisa meluangkan banyak waktunya dengan keluarga baik saat weekend maupun sepulang kuliah. Bagus, kan?

Jadi, baik mahasiswa “kupu-kupu” maupun mahasiswa kura-kura, keduanya sama-sama baik kok selama mampu mengatur dan menggunakan waktu untuk hal-hal positif.

Sumber : Idntimes.com

Komentar