Hai Sobat Info Beasiswa! Menulis bukanlah perkara yang mudah.  Salah satunya dalam penulisan hasil riset di jurnal. Kesulitan itu terlihat pada banyaknya penulis yang melakukan kesalahan. Padahal, meminimalisasi kesalahan wajib banget dilakukan oleh para penulis jika ingin hasil risetnya diterbitkan. Lalu, apa saja sih kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam penulisan hasil riset di jurnal ilmiah? 

Ini, nih beberapa 5 kesalahan yang mungkin saja dilakukan para penulis.

1. Tulisan kamu melebihi kadar plagiasi yang diperbolehkan

Kesalahan yang satu ini wajib banget kamu hindari. Bukan tanpa alasan, plagiarisme adalah pelanggaran berat dalam penulisan karya ilmiah. Kabar baiknya, tulisan kamu gak harus 100 persen bebas plagiasi. Jurnal-jurnal ilmiah biasanya bervariasi dalam menetapkan kadar plagiasi suatu karya tulis.

Beberapa jurnal menetapkan kadar 30 persen, namun ada juga jurnal-jurnal lain yang menetapkan kadar plagiasi 10 persen saja. Pahami betul persyaratan ini sebelum submit tulisanmu, ya!

Baca Juga : 5 Hal Ini Penting Banget Kamu Perhatikan Saat Memilih Tempat Magang

2. Tidak mengikuti template jurnal

Kesalahan ini juga merupakan kesalahan fatal. Jika kamu melakukan ini, berarti kamu tidak membaca petunjuk penulisan yang tercantum di website jurnal sebelum mulai menulis. Dari sekian banyak tulisan yang masuk, editor hanya akan memilih tulisan yang sesuai dengan template yang mereka tetapkan. 

3. Topik risetmu sudah banyak ditulis oleh peneliti lain

Banyak penulis, biasanya penulis pemula, langsung menentukan topik risetnya tanpa melakukan kajian literatur yang mendalam. Hasilnya, bisa saja topik tulisan yang dihasilkan ternyata sudah banyak ditulis, atau bahkan sudah out of date. Sebelum menentukan topik, pastikan kamu rajin membaca penelitian-penelitian yang sudah dilakukan terkait dengan topik yang akan kamu tulis.

Baca Juga : 5 Hal yang Perlu Mahasiswa Tahu Tentang Seminar Motivasi

4. Isi tulisanmu kurang komplit

Beberapa penulis terkadang tidak menuliskan hasil risetnya secara komprehensif. Ingat ya, standar penulisan hasil riset di jurnal ilmiah biasanya meliputi latar belakang, kajian literatur, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. 

Jika tulisanmu kurang komplit, editor biasanya akan mempertimbangkan 2 hal, yaitu meminta revisi atau menolak tulisanmu. Kalau topikmu bagus, editor masih akan memintamu untuk melengkapi tulisanmu. Namun, jika topikmu sudah out of date, ditambah lagi gak mengikuti template, tulisanmu akan ditolak.

5. Tulisanmu tidak menggunakan kaidah bahasa yang benar

Kesalahan dalam penggunaan bahasa juga sering banget ditemui pada tulisan hasil riset. Banyak penulis yang belum begitu memahami kaidah bahasa yang benar. Alhasil, tulisan yang dihasilkan jadi membingungkan. Kesalahan dalam penyusunan kalimat dan penggunaan tanda baca paling sering ditemui, bahkan tulisan dosen sekalipun. 

Jika persentase kesalahannya kecil, editor akan memintamu merevisi tulisanmu. Tapi, kalau sebagian besar tulisanmu tidak memenuhi kaidah bahasa yang benar, jangan heran jika tulisanmu akan ditolak. Ingat ya guys, bahasa itu sebagai alat. Semenarik apa pun topik tulisanmu, tapi jika kamu tidak mengemasnya dengan bahasa yang baik, pembaca tidak akan tertarik.

Well, membuat kesalahan dalam menulis di jurnal memang wajar. Kamu gak perlu berkecil hati jika tulisanmu masih terdapat banyak kesalahan. Yang perlu kamu lakukan adalah banyak berlatih agar kamu bisa memperbaiki kesalahan-kesalahanmu.

Jika kamu sudah terbiasa menghindari kesalahan-kesalahan yang telah diuraikan di atas, para editor jurnal akan dengan senang hati menerbitkan tulisanmu. Tetap semangat menulis, ya!

Sumber : Idntimes.com

Komentar